Perjalanan Dari Web1 Hingga Web3
Untuk memahami apa itu Web3, kita perlu menengok kembali perkembangan internet sejak awal. Pada era Web1, pengguna hanya bisa membaca informasi tanpa bisa berkontribusi. Kemudian muncul Web2, di mana pengguna dapat membuat konten, berinteraksi, dan membangun komunitas di berbagai platform. Namun, Web2 juga melahirkan dominasi perusahaan besar yang menguasai data pengguna. Web3 hadir untuk mengubah paradigma tersebut dengan menghadirkan internet yang lebih terdesentralisasi. Artinya, kontrol atas data, identitas, dan aset digital tidak lagi sepenuhnya dikuasai oleh perusahaan besar, melainkan berada di tangan pengguna sendiri. Inilah yang membuat Web3 dianggap sebagai revolusi baru.